Archive
ASP.NET Part 4 – C# Behind Code
Pendahuluan
Pada Pertemuan Kali ini kita akan mencoba membuat web Konversi nilai mata uang sederhana , diharapkan pembaca sudah mengerti HTML dasar sebelum masuk ke pertemuan ini agar tidak mengalami kesusahan dalam menganalisa material yang ada. Selama ini kita hanya browsing dan menggunakan website dan tak terpikir di benak kita bagaimana website sendiri itu bekerja , apa yang dia lakukan , dan terkadang banyak temporary file yang ada pada drive kita tanpa kita sadari , banyak sekali yang web dapat lakukan bukan hanya sekedar menampilkan data dan informasi tetapi juga dapat untuk men-transfer file , remote computer dan banyak hal lainnya yang dapat di lakukan oleh sebuah web .
Isi
Seperti kita ketahui saat kita sebagai Client mencoba untuk mengakses sebuah web seperti www.suryodesign.asia, tanpa sadari kita sudah melakukan request kepada server dan nantinya server merespon request kita dan akan menampilkan web itu pada sisi kita dengan output HTML, kita akan merequest pada WebServer yaitu IIS yang kita gunakan pada ASP.Net sebagai WebServer yang menampung website , IIS akan memeriksa apakah website ini ada dan terdaftar ada direktori yang kita miliki dan kemudian akan meresponse semua request yang ada . request ini sendiri dapat dibatas dengan penggunaan webconfig yang telah kita pelajari pada pertemuan sebelumnya .
Gambaran simple Web Request :
Kemudian kita akan mencoba untuk membuat design HTML di dalam form kita yang nantinya akan kita gunakan sebagai User Interface, berikut adalah gambaran dari HTML Class :
Disini saya tidak akan mengulangi lagi HTML secara mendalam tapi saya hanya akan memberikan contoh dasar mengenai beberapa komponen yang terdapat pada ASP.Net seperti Textbox , gunakan dan modifikasi textbox sesuai dengan yang anda butuhkan , anda dapat melihat ada textbox HTML dan textbox ASP.Net seperti berikut :
<asp:TextBox ID=”txtNama” runat=”server”></asp:TextBox>
Textboxt yang kita ubah style nya :
<asp:TextBox ID=”txtNama” runat=”server” BackColor=”Wheat” BorderColor=”Coral” Font-Bold=”true” Font-Italic=”true” ForeColor=”HotPink” ></asp:TextBox>
Di sini ada jenis ASP.Net Textbox dan HTML Textbox , jangan sampai salah dalam memilih , berikut source dari HTML Textbox
<input id=”Text1″ type=”text” class=”style2″ />
Kita dapat membuat Div untuk mengelompokkan atau meng-Group suatu komponen yang ada.
<div></div>
Dan kita dapat customize div tersebut menjadi lebih indah seperti berikut :
Hal ini dapat dilakukan hanya dengan mengganti beberapa atribut yang dimiliki oleh DIV sendiri seperti berikut :
<div style=”background-color: Gray; font-family:Verdana; font-size : 14px; border-right:2px solid; border-left:2px solid; border-bottom:1px solid; border-top:1px solid; padding-right:auto; padding-left: 10px; padding-top:auto; padding-bottom:auto”
class=”style3″ >
banyak property yang bisa kita gunakan , salah satunya adalah Style untuk mengubah semua properties yang dimiliki oleh Div itu sendiri , seperti background-color ( untuk mengubah warna background ) , font-family(untuk mengubah jenis font ) , font-size(mengubah size font) , border-top(mengubah border sisi atas ) , padding-left(mengubah jarak dalam ) dan masih banyak properties yang dapat kita gunakan untuk mempercantik tampilan web yang kita miliki.
Sekarang kita akan mencoba Men-Design Page Sederhana dengan memanfaatkan beberapa komponen berikut :
· Textbox(asp:Textbox)
· Input(Submit)
· Label
· Select
Dan disini kita akan memakai beberapa property HTML seperti style DIV untuk memperindah design , pergunakan komponen di atas kemudian design seperti berikut :
Setelah selesai proses design maka sekarang kita akan mencoba untuk mengerjakan CodeBehind pada halaman Default.aspx.cs , double klik halaman Codefile. Dan anda akan melihat di sisi atas beberapa namespace bawaan yang berada pada codeFile secara default yang kita miliki :
using System;
using System.Configuration;
using System.Data;
using System.Linq;
using System.Web;
using System.Web.Security;
using System.Web.UI;
using System.Web.UI.HtmlControls;
using System.Web.UI.WebControls;
using System.Web.UI.WebControls.WebParts;
using System.Xml.Linq;
Setelah kita analisa beberapa komponen di atas , nanti kedepannya kita akan menggunakan MessageBox.Show yang terdapat pada Class System.Windows.Form maka tambahkan namespace berikut pada web anda :
using System.Windows.Forms;
Atau anda juga dapat menambahkan melalu reference , dan hal ini tidak perlu dilakukan lagi bila anda sudah melakukan seperti di atas .Berikut adalah Step By Step untuk add reference :
1.Klik kanan kemudian pilih Refrences pada Solution Explorer dan kemudian pilih add Reference , kemudian akan muncul list assemblies yang terdaftar pada visual studio
2.pada Add Reference window , pilih komponen yang ingin anda gunakan , bila komponen tersebut tidak terdaftar pada computer , kita mesti browser file tersebut dengan klik browse tab dan cari DLL file pada directory yang ada
3.Setelah memilih reference yang kita kehendaki , klik ok untuk add reference pada web application yang kita miliki .
Setelah selesai design halaman web , sekarang saatnya kita untuk membuat CodeBehind pada halaman Default.aspx.cs , Code ketika halaman di Load :
protected void Page_Load(object sender, EventArgs e)
{
if (this.IsPostBack == false)
{
selectMataUang.Items.Add(new ListItem( “Rupiah”,“12000″));
selectMataUang.Items.Add(new ListItem( “Euro”, “1.3″));
}
if (ViewState["selamatdatang"] == null)
{
MessageBox.Show(“Selamat Datang Di ASP.Net”, “Welcome”);
}
ViewState["selamatdatang"] = “OK”;
Label1.Text = “Websiteku :” + System.Environment.NewLine + ConfigurationManager.AppSettings["suryodesign website"] + “<br> Blogku : “ + ConfigurationManager.AppSettings["suryodesign blog"];
}
Dapat di lihat di atas ada viewState berguna untuk menyimpan suatu nilai , viewState ini berada pada sisi Client , dan juga dapat di setting TimeOut nya , perbedaan ViewState dan Session yang paling mendasar adalah ViewState hanya dapat di gunakan pada 1 halaman saja dan tidak dapat diakses oleh halaman lain , sedangkan Session selama session itu masih aktif dan belum di hapus dapat digunakan di seluruh halaman , sedangkan ConfigurationManager.AppSetting kita gunakan untuk mengambil nilai key [suryodesign website] dari webconfig ., dan ada juga IsPostBack yang berfungsi untuk memeriksa apakah ada kejadian / aksi pada komponen Select pada sisi client.
Kemudian kita pada sisi Behind Code buatlah sebuah fungsi untuk konversi mata uang :
protected void convertMataUang(Object sender, EventArgs e)
{
//try kita gunakan untuk meletakkan code dan
//menghandlenya ke dalam catch bila ada kesalahan
try
{
//mengambil nilai dari list item berdasarkan indexnya
ListItem item = selectMataUang.Items[selectMataUang.SelectedIndex];
//input tidak boleh kosong
if (txtDollar.Text == “”)
{
MessageBox.Show(“Uang tidak boleh kosong”);
//break code
return;
}
//convert nilai dari item menjadi decimal
decimal konversi = decimal.Parse(item.Value);
//convert nilai dari hasil kali textbox inputan dengan nilai konversi
decimal rupiah = decimal.Parse(txtDollar.Text) * konversi;
//inner text kita gunakan untuk memunculkan text di dalam DIV pada HTML
tampilkanDisini.InnerText = “Jumlahnya dalam rupiah adalah : “ + rupiah.ToString();
}
//menangkap kesalahan
catch (Exception)
{
MessageBox.Show(“Tidak boleh mengandung huruf”);
//break code
return;
}
}
Fungsi convertMataUang tersebut akan kita panggil pada button submit seperti berikut :
<input id=”Submit1″ type=”submit” value=”Convert ” runat=”server”
onserverclick=”convertMataUang” class=”style8″ />
Yup selesai sudah Latihan ke 3 ini , mungkin agak sedikit membingungkan , tapi saya akan share sourceCode nya pada www.suryodesign.asia/freedownload agar anda tidak mengalami kebingungan dan memudahkan anda dalam mempelajari materi ASP.Net ini . berikut adalah hasil akhirnya :
Penutup
Bagi Anda yang belum pernah mengenal tentang konsep web dan pengenalan HTML dasar atau belum terbiasa menggunakan Tools untuk membuat website mungkin akan terasa bingung pada awalnya , dibutuhkan banyak belajar pada awalnya dan sering-seringlah bertapa untuk lebih mengenal mengenai ASP.Net ini , nanti ke depannya kita akan mempelajari JavaScript dan konsep koneksi dengan menggunakan ADO.Net dan juga Ajax.
REFERENSI :
- MSDN 2008
http://msdn.microsoft.com
http://wikipedia.com/
http://www.microsoft.com
- www.w3schools.com/
http://asp.net-tutorials.com/
http://www.web-source.net/html_codes_chart.htm
http://www.htmlcodetutorial.com/
- Ebook : press.Beginning.ASP.NET.2.0.in.C.Sharp.2005
Biografi Penulis
M.Suryo Pranoto – Alumni Mahasiswa Perguruan Tinggi Universitas Bina Nusantara , Aktif dalam beberapa komunitas komputer , dan beberapa project terutama berbasis aplikasi seperti VB.Net atau C#,dan sedang berusaha keras untuk menabung dan berencana untuk melanjutkan Cisco CCNP setelah menyelesaikan CCNA , memiliki hobby untuk sharing mengenai komputer mulai dari software hingga jual beli hardware maupun modding komputer.
Ym : suryolovetyka ,
Email : suryodesign@yahoo.co.id ,
Website : www.suryodesign.asia
Blog : www.suryodesign.wordpress.com
Ilmu Komputer :
http://ilmukomputer.org/author/suryodesign/
ASP.NET Part 3 – Web Understanding
Pendahuluan
Sekarang kita akan memulai mempelajari ASP.Net dari basic dengan memulai membuat Web yang ada kemudian mempelajari structure yang ada pada saat file dibuat dan belajar untuk meletakkannya pada directory tertentu , serta mempelajari kegunaan masing-masing file yang ada terutama file web.config yang memiliki banyak sekali kegunaan., bila yang belum membaca artikel pertama saya tentang ASP.Net dapat membaca di www.suryodesign.asia/freedownload atau dapat di download di
http://ilmukomputer.org/author/suryodesign/
, semoga artikel saya ini dapat lebih membuka wawasan anda mengenai ASP.Net
Isi
Untuk membuat website baru dapat kita mulai dengan membuka Visual Studio dengan memilih Start > Program > Microsoft Visual Studio 2008 atau dengan Run > devenv , setelah anda membuka Visual Studio maka akan muncul menu , dan anda dapat memilih File > New > Website , perlu di perhatikan jangan sampai anda memilih File > New > Project , karena menu ini untuk membuat Project VB.NET atau C#
Setelah anda create website , anda mesti memilih .Net Framework versi berapa yang anda di gunakan , ini dapat di lihat di sisi kanan atas untuk pemilihan .Net Framework yang digunakan , dan Anda dapat memilih Language yang akan di gunakan Apakah Visual Basic atau C# ,
Setelah kita membuat Website maka kita akan melihat Directori Default yang kita miliki seperti berikut pada Solution Explorer pada sisi kanan atas di VisualStudio , Solution Explorer ini berisi semua list files dari Web Apllication Directory yang kita miliki , kita dapat melihat beberapa list yang ada .
App_Data = folder default yang ada ketika project di create
Default.aspx = merupakan Web Form / halaman tampilan
Default.aspx.cs = merupakan Code Behind yang berisi C# code
Web.config = merupakan XML File yang berisi Config seperti XML Version , configuration , configSection , assemblies , authentication mode dll.
Kita dapat menyimpan Connection String sendiri di dalam XML ini .
XML File digunakan karena bila suatu saat kita dapat merubah source yang ada tanpa mengubah isi dari ASP.Net itu atau mem-Build dan Men-Deploy ulang , kita hanya perlu mengubah isi dari Web.Config itu sendiri saja.
Kita akan membahas lebih dalam dari Web.Config ini sendiri
<?xml version=“1.0“?>
Berisi Versi dari XML yang kita gunakan
<appSettings/>
appSetting dapat kita gunakan untuk menyimpan isi data yang akan kita gunakan , atau men define setting dari configuration file menjadi seperti berikut :
<appSettings>
<add key=“suryodesign website“ value=“
http://www.suryodesign.asia
“/>
<add key=“suryodesign blog“ value=“
http://www.suryodesign.wordpress.com
“/>
</appSettings>
Untuk mengaksesnya sendiri pun dapat kita panggil dengan Configuration Manager.Appsetting seperti berikut :
Label1.Text = “Website :” + System.Environment.NewLine + ConfigurationManager.AppSettings["suryodesign website"] + “<br> Blogku” + ConfigurationManager.AppSettings["suryodesign blog"];
Kemudian Kita juga dapat membuat Connection String pada web.config , berikut ada connection string yang masi default
<connectionStrings/>
Dan dapat kita ubah menjadi seperti berikut :
<connectionStrings>
<remove name=”LocalSqlServer” />
<add name=”LocalSqlServer” connectionString=”data source=.\SQLEXPRESS;Integrated Security=SSPI;AttachDBFilename=|DataDirectory|aspnetdb.mdf;User Instance=true” providerName=”System.Data.SqlClient”/>
<add name=”MainConnStr” connectionString=”data source=.\SQLEXPRESS;Integrated Security=SSPI;AttachDBFilename=|DataDirectory|main.mdf;User Instance=true” providerName=”System.Data.SqlClient”/>
</connectionStrings>
Kemudian untuk masing-masing bahasa pemprograman memiliki sedikit perbedaan dalam pemanggilan nama yang digunakan dalam sisi bracket sperti berikut :
[C#]
string connStr = ConfigurationManager.ConnectionStrings["MainConnStr"].ConnectionString;
[VB]
Dim connStr As String = ConfigurationManager.ConnectionStrings(“MainConnStr”).ConnectionString
Kemudian ada juga Authentikasi yang digunakan dan defaultnya adalah windows authentication
<authentication mode=“Windows“/>
Ada 4 jenis authentication yang dapat kita gunakan yaitu
- None
- Form
- Window
- Passport
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing authentikasi :
Berikut adalah penggunaan authentication Forms :
<authentication mode=”Forms”>
<forms loginUrl = “frmLogin.aspx” name=”3345C” timeout=”1″/>
</authentication>
<authorization>
<deny users=”?” />
</authorization>
Dapat kita lihat form yang pertama kali di jalankan adalah frmLogin.aspx dan pada tag deny terdapat “?” yang maksudnya disini adalah kita memberikan full Access terhadap semua authentication user dan none access akan di berikan kepada unatuthenticated user, dan kita dapat menggantinya menjadi “*” yang maksudnya memberikan semua akses kepada semua user.
Kita juga dapat mengizinkan atau melarang akses kepada web kita berdasarkan users atau role yang ada dengan menggunakan tag <allow> atau <deny> pada child tags seperti berikut :
<authorization>
<allow roles="Administrators,Users" />
<deny users="*" />
</authorization>
Dan bila ada error , ASP.Net memiliki kemampuan untuk menghandle error dengan tag
<customErrors>
Dan dapat kita atur menjadi
<customErrors mode="RemoteOnly" defaultRedirect="/error.html">
<error statusCode="403" redirect="/accessdenied.html" />
<error statusCode="404" redirect="/pagenotfound.html" />
</customErrors>
Kemudian kita juga dapat membatasi user yang login dengan menggunakan httpRuntime
<httpRuntime>
Kita dapat mengubahnya menjadi :
<httpRuntime appRequestQueueLimit="100" executionTimeout="600" />
Dimana attribute pertama berisi jumlah request yang di perbolehkan untuk membatasi queue atau antrian dalam server yang dibatasi oleh 100 orang , dan ketika ada user ke 101 yang ingin login makan akan mendapatkan pesan error 503 atau yang berisi “server too busy” , dan executionTimeout attribute berisi jumlah waktu dalam satuan detik yang di perbolehkan untuk me-request halaman sebelum halaman itu timed out.
Dan ada juga SessionState untuk mengatur session yang ada
<sessionState>
Kita dapat mengatur session untuk SQL yang terhubung seperti berikut :
<sessionState mode="SQLServer"
cookieless="true "
regenerateExpiredSessionId="true "
timeout="30"
sqlConnectionString="Data Source=MySqlServer;Integrated Security=SSPI;"
stateNetworkTimeout="30"/>
berikut adalah keterangan mengenai Session State :
Mode = merupakan setting mode , memiliki 3 option yaitu inproc , sqlserver , dan stateserver
Cookieless = merupakan cookies yang dapat diisi dengan nilai Boolean
Timeout = berapa panjang waktu sebelum session habis
SqlConnectionString = berisi string koneksi yang mengidentifikasi database
Server = berisi IP Server seperti server=”127.0.0.1”
Port = berisi port seperti port = “42424”
Kita dapat melihat default dari halaman yang di buat yaitu Default.aspx dan menggunakan codeFile Default.aspx.cs yang berisikan CodeBehind dari C# itu sendiri
Untuk menjalankan file yang telah kita buat dapat kita lakukan dengan menekan F5 atau tombol Run pada Visual Studio kita , saat di jalankan untuk pertama kalinya akan muncul menu yang bertuliskan “Debugging Not Enabled” , ini perlu kita aktifkan agar aplikasi dapat di debugging sebelum di jalankan maksudnya di debugging adalah di cek kesalahannya sebelum di jalankan.
Selamat sampai sini anda sudah berhasil untuk menjalankan Website yang anda buat dan telah mengerti konsep dasar dari Structure Web yang ada
Penutup
Diharapkan kita dapat menggunakan dan mengerti semua environment yang ada pada lingkungan ASP.Net agar dapat lebih maksimal, ada banyak cara yang dapat kita lakukan / bisa kita gunakan tergantung dengan cara / alternative mana yang lebih kita kuasai , semoga contoh di atas dapat membuka logika piker kita . diharap pembaca dapat lebih creative dan tidak hanya tergantung pada artikel ini untuk dapat menguasai lebih lanjut .
REFERENSI :
- MSDN 2008
http://msdn.microsoft.com
http://wikipedia.com/
http://www.microsoft.com
- www.w3schools.com/
http://asp.net-tutorials.com/
http://www.sitepoint.com
http://weblogs.asp.net/owscott/archive/2005
http://www.codersource.net/asp_net_web_configuration_file.html
ASP.Net 2 – Data Type And Conversion
Pendahuluan
Setelah kita mengerti Konsep yang telah saya rangkum pada pertemuan 1 , kita dapat memulai basic pengetahuan dari perbedaan masing-masing dataType , cara pemberian comment pada baris-baris yang tidak ingin kita jalankan dan juga menggunakan fungsi-fungsi yang ada , maupun penggunaan konversi dan compare , semua ini nantinya akan kita pakai ke depan untuk menghadapi kasus yang ada pada business logic yang akan kita hadapi , bila yang belum membaca artikel pertama saya tentang ASP.Net dapat membaca di www.suryodesign.asia/freedownload atau dapat di download di
http://ilmukomputer.org/author/suryodesign/
, semoga artikel saya ini dapat lebih membuka wawasan anda mengenai penggunaan dataType dan teman-temannya
Isi
Ada beberapa point yang akan kita pelajari disini seperti penggunaan comment , Variabel dan DataType , Assignment dan Initializers , String And Escaped Characters , Arrays , Array List , Enumeration , Variabel Operations , Type Conversion, Object-Based Manipulation , String Class , DateTime and TimeSpan Classes , Conditional Structure.
Saya akan membahasnya satu per-satu agar lebih mudah di pahami atau easy to understand , dan setelah anda memahami ini kita dapat memulai pembuatan web ASP.Net pada pertemuan selanjutnya bila telah memiliki basic nya .
Comment
Comment kita butuhkan pada C# untuk membatasi baris2 / line yang tidak ingin kita kerjakan berikut adalah contoh comment pada C#
//Comment pertama
/*Comment ke dua
Tes Baris ke 3 / *
Kita juga dapat memisah Code Statement pada C# sesuai kebutuhan kita untuk memotong baris code yang panjang agar lebih mudah dilihat dan di manage.
Code Statement Single Line
MyValue = MyValue1 + MyValue2 + MyValue3 ;
Code Statement yang di pisah menjadi 2 baris.
MyValue = MyValue1 + MyValue2 +
MyValue3 ;
Code Statement menjadi 3 baris
MyValue = MyValue1 +
MyValue2 +
MyValue3 ;
Variabel dan Data Type
//Membuat variable integer errorCode
Int errorCode ;
//membuat string Variabel myName
String myName;
Catatan : pada C# variable dengan nama name dan Name adalah berbeda, mungkin terkadang ini menjadi suatu hal yang memmbingungkan atau malah menjadi suatu hal yang menguntungkan bagi seorang programmer.
Setiap bahasa .Net memiliki type data variable yang sama , seperti pada VB.Net dan C#
Memiliki 2 cara pendefinisian yang berbeda yaitu dim A as string (VB.Net) dan string A ( C# ) , tetapi CLR tidak membuat perbedaan , faktanya merka hanya 2 nama yang berbeda dengan base data type yang sama .
Berikut adalah Data Type pada VB.Net dan C# dengan Class Library name dan batasannya :
Kita juga dapat mendefinisikan varibel dengan menggunakan nama dari .Net class Library seperti System.String myName ;
Assignment dan Initializers
ketika kita membuat variable , kita dapat assign value ke dalamnya , sepanjang value tersebut memiliki tipe data yang sesuai , berikut adalah Two Step Process pendefinisikan dengan menggunakan C# Language
//Definisikan variable
Int errorCode;
String myName;
//assign value
errorCode = 10;
MyName = “Suryo”;
Kita juga dapat assign perintah di atas menjadi one step process menjadi
Int errorcode = 10;
String myName = “Suryo”;
Sekali lagi saya ingin memberitahu , dalam C# kita tidak dapat menggunakan variable yang belum memiliki value untuk menjadi factor pengali / pembagi dan sejenisnya seperti contoh berikut :
Int number ; //number tidak memiliki value hanya inisialisasi pembuatannya
Number = number + 1; //Error.
Harusnya ketika di inisialisasi number sendiri memiliki nilai awal yang kita assign sebelum kita menggunakan variabelnya itu sendiri.
Int number = 0 ; //number bernilai 0
Number = number + 1 ; /sukses , number bernilai 1
C# juga mesti memperhatikan tipe data dan isi dari value nya tersebut , seperti
Decimal myDecimal = 14.5;
14.5 otomatis menjadi tipe data double , dan syntax di atas tidak akan bekerja , untuk menghadapi masalah ini , C# mendefinisikan beberapa special characters yang dapat kita tambahkan pada akhir value , berikut
M(decimal)
D(double)
F(float)
L(long)
Sehingga kita dapat menulis variable di atas menjadi :
Decimal myDecimal = 14.5M ;
String And Escaped Characters
Berikut adalah contoh dari String dan Escaped Character :
\” ( Double Quoted )
\n ( New line )
\t ( horizontal Tab )
\\ ( Backward slash )
Contoh penggunaan string dan escaped variable adalah pada penempatan directori ,
// path = “C:\\MyApp\\MyFiles”;
Varibel di atas memiliki alamat C:\MyApp\MyFiles path , alternative nya adalah penggunaan @ di awal kalimat untuk menon-aktifkan C# escaping dan string seperti berikut :
path = @”c:\MyApp\MyFiles”;
Arrays
Array mengijinkan kita untuk menyimpan nilai dengan memiliki data type yang sama , dan dapat di akses berdasarkan dimensi dan index number dimana dia disimpan , array dapat kita buat sesuai dengan dimensi kebutuhan yang kita perlukan .
Semua array dimulai dengan batas bawah / lower bound 0 , ketika kita membuat array dalam C# , kita mesti spesifikasi number pada elementnya , karena array di mulai dari 0 , maka untuk highest index untuk array yg memiliki 4 data maka highest index nya bernilai 3 atau jumlah data – 1 = highest index karena dimulai dari 0 untuk lower bound nya .
Contoh pembuatan array
//Array dengan 4 string , memiliki index dari 0 hingga 3
String[] stringArray = new string[4];
//Array dengan 2×4 grid array ( dengan total 8 data )
Int[,] intArray = new int[2,4];
Kita dapat mengisi array berikut dengan cara seperti berikut :
String[] stringArray = {“a”.”b”.”c”.”d”}’
Same teknik juga bekerja untuk multidimensional arrays , contoh dengan penggunaan sepasang bracket { } :
Int[,] intArray = {{1,2},{3,4},{5,6},{7,8}}
Berikut adalah pemetaan array 2 dimensi dalam memory :
Untuk mengakses element dalam Array , kita dapat menspesifikasian index number dalam array bracket seperti berikut :
Int element ;
Element = intArray[0,1]; //element sekarang bernilai 2
Berikut adalah Array Members yang dapat kita gunakan :
Array List
Array biasa tidak support redimensioning atau maksudnya disini adalah ketika kita membuat array , kita tidak dapat mengganti size yang telah kita buat berbeda dengan Array List , dan Array biasa membutuhkan proses penomoran index yang akan di copy untuk mengcopy dari 1 Array dan Array lainnnya berbeda dengan Array List , kita dapat menggunakan collection classes yang di sediakan oleh .Net language , salah satunya adalah ArryList , berikut adalah snipet C# untuk menggunakan ArrayList :
ArrayList dynamicList = new ArrayList();
dynamicList.Add(“satu”):
dynamicList.Add(“dua”):
dynamicList.Add(“tiga”):
berikut adalah contoh untuk mengambil string pertama , ketika kita mengambil kita mesti meng convert data yang ada di dalamnya , karena kita tidak mengetahui tipe data apa yang di kandung dalam ArrayList tersebut .
string item = Convert.ToString(dynamicList[0]);
Enumeration
Enumeration adalah sekumpulan group yang salint terhubung , yang mana memiliki nama yang mendeskripsikan grup ini .
Contoh enumeration untuk mendefinisikan beberapa tipe user yang berbeda :
Enum UserType
{
Admin;
Guest;
Invalid;
}
Kita dapat menggunakan UserType enumeration sebagai special data type yang sebagai salah satu dari tiga kemungkinan value yang ada , kita dapat assign value menggunakan titik(dot) seperti contoh berikut :
UserType newUserType = UserType.Admin;
Pada contoh di atas , kita membuat UsertType Baru dan kita set sebagai Admin , enumeration sebenernya dapat kita akses dengan Number berdasarkan urutannya dimana 0 sebagai Admin , 1 sebagai Guest , dan 2 sebagai Invalid , dalam beberapa scenario , kita mungkin ingin mengontrol number yang berbeda untuk setiap kebutuhan atau bagian informasi :
Enum ErrorCode
{
NoResponse = 166 ;
TooBusy = 167 ;
Pass = 0 ;
}
Dengan ErrorCode enumeration yang kita definisikan sebelumnya, kita dapat menggunakan nya seperti berikut :
ErrorCode err;
Err = DoSomething();
If(err = ErrorCode.Pass)
{
//Sukses
}
Variabel Operations :
Kita dapat membuat semua standard data type pada C# ketika bekerja dengan number , seperti menggunakan math symbol , pembagian , pengalian , penambahan , modulus , atau pengurangan seperti berikut ;
Int number ;
Number = 4 + 2 * 3
//Number bernilai 10 karena derajat * lebih tinggi dari + maka * akan di kerjakan terlebih //dahulu , untuk menentukan mana yang lebih dahulu di kerjakan , gunakan ( ) pada //bagian yang ingin di kerjakan terlebih dahulu
Number = (4+2) * 3
//Number bernilai 18
Berikut adalah contoh penggunaan masing-masing operator :
Untuk menggabung string kita dapat menggunakan + seperti berikut
//penggabungan 3 string
myName = firstName + “ “ + lastName ;
dalam penambahan C# menyediakan beberapa cara seperti berikut :
myValue += 10
myValue*= 3
myValues /=12;
pada contoh di atas myValue +=10 sama dengan myValue = myValue + 10
untuk penggunaan fungsi2 matematika yang lebih jauh kita dapat mendefinisikan seperti berikut :
int myValue;
myValue = math.Sqrt(81); //bernilai 9
myValue = math.Round(42.8999,2); // bernilai 42/89
myValue = math.Abs(-10); // bernilai 10
myValue = math.Log(24.212); // bernilai 3.18
myValue = math.PI; // bernilai 3.14
Type Conversion
Untuk mengubah informasi dari satu data type ke data type yang lainnya , seperti contoh sample nya kita ingin menerima inputan dari textbox yang kita miliki kemudian kita ingin menjumlahnya dengan variable yang kita miliki , disini kita mesti convert ke integer sebelum dapat kita gunakan untuk menghindari kesalahan penjumlahan yang di akibatkan oleh dataType.
Contoh konversi 32 bit integer ke 64 bit integer:
Int mySmallValue;
Long myLargeValue;
//MySmall value diisi dengan nilai dari batas atas int32
mySmallValue = int32.Maxvalue;
//MyLargeValue diisi dengna nilai mySmallValue
myLargeValue = mySmallValue;
berikut contoh pengubahan 32 bit integer ke 16 bit integer
int count32 = 1000;
short count 16;
//konversi dari 32 bit integer menjadi 16 bit integer , bila coun32 lebih besar dari count16 /maka akan menyebabkan problem, karena itu kita gunakan short disini
Count16 = (short)count32;
Contoh pengubahan dari string menjadi number count
Int count ;
String countString = “10”;
//convert string “10” menjadi numeric value 10
Count = Convert.ToInt32(countString);
//convert numeric 10 menjadi string “10”
countString = Convert.ToString(count);
kita juga dapat menggunakan Parse untuk mengubah dari string menjadi numeric seperti berikut :
count = Int32.Parse(countString)
Object-Based Manipulation :
.Net merupakan Object Oriendted dimana setiap data yang di bangun memiliki handle basic operation untuk menangani aksi yang ada seperti manipulasi strings , date dan number dengan C# atau VB.Net.
Seperti contoh setiap .Net class Libarary memiliki ToString() method . kita akan mencoba menggunakannya :
String myString;
Int myInteger = 100;
//Convert number menjadi string
myString = myInteger.ToString();
The String Class
Salah satu variable data type yang banyak kita gunakan adalah string , string sendiri memiliki banyak fungsi dan method yang dapat kita gunakan dalam string Class , berikut adalah cara penggunaanya dalam C# :
String myString = “This is a test string “;
myString = myString.Trim(); // bernilai “his is a test string”
myString = myString.Substring(0,4); // “this”
myString = myString.ToUpper(); // “THIS”
myString = myString.Replcace(“IS”,”AT”); // “THAT”
int length = myString.Length; // 4
kita juga dapat menggunakan beberapa perintah di atas kemudian kita gabung menjadi seperti berikut :
myString = myString.Trim.SubString(0,4).ToUpper().Replace(“IS”,”AT”);
atau berdasarkan variable yang kita miliki :
myString = “hello”.ToUpper() // “HELLO”
Berikut adalah Table penggunakan Sytem.String class
The DateTime and TimeSpan Classes
DateTime dan TimeSpan class memiliki fungsi methods dan properties yang mengizinkan kita untuk melakukan beberapa kegiatan berikut :
- Extract bagian dari datetime(misalhkan hanya bulan / tahun ) atau konversi dari TimeSpan menjadi total hari atau total number dari menit yang ada .
- Memudahkan penghitungan tanggal
- Menentukan tanggal yang sekarang dan waktu sekarang dan informasi lainnya seperti hari / minggu atau tanggal kejadian sesuai dengan aktifitas yang kita miliki
Sebagai contoh :
//mendapatkan waktu sekarang , kemudian kita tambah 100 hari ke depan kemudian kita //dapatkan tahun nya saat itu
DateTime myDate = DateTime.Now;
myDate = myDate.AddDays(100);
string dateString = myDate.Year.ToString();
untuk TimeSpan sendiri penggunaannya seperti beriktu :
DateTime myDate1 = DateTime.Now;
DateTime myDate2 = DateTime.Now.AddHours(3000);
TimeSpan difference ;
Difference = myDate2.Subtract(myDate1);
Double numberOfMinutes;
numberOfMinutes = difference.TotalMinutes;
Berikut adalah DateTime members yang dapat kita gunakan :
Berikut adalah TimeSpan member yang dapat kita gunakan :

Conditional Structure
Kita dapat mendefinisikan Conditiona Structure untuk membandingkan kondisi yang ada saat ini , atau untuk membuat keputusan sesuan dengan logic kita .
Contoh Logical Operator :
Kita dapat menggunakan banyak cara untuk membandingkan seperti pada operasi string dengan menggunakan (==) atau (!=) . kita juga dapat menggunakan String.Compare() method.
Int result;
Result = String.Compare(“apple”,”attach”); // result = -1
Result = String.Compare(“apple”,”all”); // result = 1
Result = String.Compare(“apple”,”apple”); // result = 0
Atau dapat juga kita gunakan seperti berikut :
String word = “apple”;
Result = word.CompareTo(“attach”); // result = -1
Penutup
Banyak nya tipe data dan kebutuhan konversi terkadang membingungkan kita , ada banyak cara yang bisa kita gunakan tergantung dengan cara / alternative mana yang lebih kita kuasai , semoga contoh di atas dapat membuka logika piker kita tentang penggunaan dataType dan Konversi . diharap pembaca dapat lebih creative dan tidak hanya tergantung pada artikel ini untuk dapat menguasai lebih lanjut .
REFERENSI :
- MSDN 2008
http://msdn.microsoft.com
http://wikipedia.com/
http://www.microsoft.com
- www.w3schools.com/
http://asp.net-tutorials.com/
- Ebook – Beginning ASP.Net From Novice To Professional
ASP.Net Part 1 – Pengenalan ASP.NET ( ASP.NET INTRODUCTION )
Pendahuluan
Banyak sekali Website yang digunakan pada saat ini untuk menampilkan informasi atau menjadi proses bisnis perusahaan itu sendiri atau sekedar menjadi profile company perusahaan, banyak bahasa pemprograman yang dapat digunakan untuk membuat website. Programmer menentukan bahasa apa yg paling dibutuhkan dan disesuaikan dengan perangkat server yang di dukung , dan ASP.Net pun menjadi salah satu bahasa yang digemari akhir2 ini karena kecanggihan baik dalam tekhnologi , tampilan dan dukungan support terhadap environment yang ada , saya akan mengupas sedikit tentang ASP.Net itu sendiri dan pengetahuan mendasar yang kita butuhkan sebelum kita memulai mempelajari ASP.Net ini agar kita mengetahui konsep tentang ASP.Net
Isi
ASP.Net sendiri dapat dibuat dengan Visual Studio, disini penulis menggunakan Visual Studdio 2008 , Visual Studio sendiri pun ada versi-versi nya seperti VS Express , VS Standard , VS Profesional , VS Team System Editions , VS yang gratis tetapi memiliki batasan tertentu dan dapat langsung di download melalu Microsoft adalah Visual Studio Express. Saya akan menerangkan sedikit perbedaan di antara masing-masing Visual Studio berdasrkan versi-versi yang ada pada saat ini :
Tabel Perbandingan Product Visual Studio :
Selanjutnya setelah mengetahui tentang Visual Studio itu sendiri , Saya akan menerangkan beberapa pengetahuan dasar tentang ASP.Net , CLR , Framework , dan Virtual Directory yang digunakan untuk menjadi webserver ASP.Net
ASP.Net
Setelah di release Internet Information Service, kemudian Microsoft mengeluarkan ASP , ASP.Net sendiri merupakan pengembangan dari ASP 3.0 , kemudian pada ASP.Net muncul pertama kali pada tahun 2000 yaitu ASP.Net 1.0 yang di release pada 5 January 2002 dengan .Net Framework versi 1.0 pada saat itu . perbedaaan ASP dengan ASP.Net terletak pada penggunaan .Net Framework yang di butuhkan sebagai komponen dasar pada ASP.Net untuk mengakses library dan mendukung bahasa pemprograman yang ada pada Visual Studio seperti VB.Net , C# , dan ASP.Net , dengan adanya framework ini programmer di harapkan dapat membuat program menjadi lebih ringkas dan cepat di karenakan penggunaan framework dapat mengurangi jumlah script yang dibuat oleh programmer.
Berikut adalah gambaran dari lingkup bagian yang di dukung oleh ASP.Net .
.Net Framework
.Net Framework merupakan komponen penghubung antara aplikasi dengan Environment windows yang kita miliki , .Net Framework bersifat AddOn atau komponen tambahan .
Saat ini .Net Framework sudah sampai versi 3.5 yang sudah support pada Vista untuk versi .Net Framework 3.0 ke atas., .Net Framework sendiri dapat kita download dari situs Microsoft sendiri di situs microsoft :
.Net Framework 1.1 :
.Net Framework 2.0
.Net Framework 3.0
.Net Framework 3.5
.Net Framework merupakan komponen utama / syarat untuk menginstall Visual Studio yang akan kita gunakan untuk membuat web dengan ASP.Net , terkadang ada beberapa aplikasi yang kita buat dengan Visual Studio baik VB.Net / C# tidak dapat kita jalankan pada computer yang lain karena mereka tidak memiliki .Net Framework pada komputernya.
Berikut adalah Requirement dari .Net Framework :
- Supported Operating Systems: Windows Server 2003; Windows Server 2008; Windows Vista; Windows XP
- Processor: 400 MHz Pentium processor or equivalent (Minimum); 1GHz Pentium processor or equivalent (Recommended)
- RAM:96 MB (Minimum); 256 MB (Recommended)
- Hard Disk: Up to 500 MB of available space may be required
- CD or DVD Drive: Not required
- Display: 800 x 600, 256 colors (Minimum); 1024 x 768 high color, 32-bit (Recommended)
Berikut adalah Overview dari beberapa feature .Net framework pada versi 3.5 , Sekumpulan feature pada Windows Workflow Foundation (WF) , Windows Communication Foundation (WCF) , Windows Presentation Foundation (WPF) dan Windows cardspace , dan penambahan beberapa feature technology terbaru pada assemble untuk menghindari breaking pada perubahan yang terjadi :
- Integrasi pada Language Integrated Query (LINQ) dan data awareness. Feature ini memboleh kita menuliskan kode dengan bahasa LINQ-enabled languages untuk mem-filter, enumerate, dan create projections dari beberapat type data pada SQL, collections, XML, dan DataSets menggunakan syntax yang sama
- ASP.NET AJAX membuat kita lebih efisien , interaktif , dan highly-personalized Web experiences yang dapat di lakukan pada semua browser yang ada.
- Web protocol baru yang mendukung untuk membuat WCF services termasuk AJAX, JSON, REST, POX, RSS, ATOM, beberapa WS-* standards.
- Mendukung penuh semua Tools yang terdapat pada Visual Studio 2008 untuk WF, WCF, and WPF, termasuk workflowenabled services technology.
- Class baru yang terdapat pada .NET Framework 3.5 base class library (BCL) yang banyak dibutuhkan untuk request customer untuk mempermudah kebutuhan.
Common Language Runtime (CLR )
Common Language Runtime adalah lingkungan dimana kode yang kita miliki di eksekusi , CLR berguna untuk mengatur jalannya flow dimana semua kode di jalankan kemudian di eksekusi , CLR merupakan komponen inti dari .Net , Microsoft mendefinisikan Common Language Infrastructure (CLI) sebagai standard yang mendefinisikan setiap kode yang di eksekusi , Developers menulis code dalam bahasa seperti VB.Net atau C# , ketika di compile , .Net mengkonversi semua code menjadi CIL code , kemudian ketika di jalankan CLRS mengkompiler CIL code menjadi Natvice code , kemudian CLR mengijinkan Programmer untuk mengizinkan program untuk di eksekusi , CLR juga memiliki service seperti :
- Memory Management
- Thread Management
- Exception Handling
- Garbage Collection
- Security
Berikut adalah contoh gambaran CLR Secara garis besar :
Berikut adalah contoh gambaran CLR dari Aplikas kemudian di compile menjadi Machine Code :
Membuat Dan Men-konfigurasi Virtual Direktori pada IIS
IIS seperti yang kita ketahui merupakan singkatan dari Internet Information Service , kita dapat membuat Virtual Directory untuk ASP.Net web application , IIS memiliki root directory pada setiap server , kita dapat mempublish web kita di dalam folder root ini . dengan mengaktifkan IIS ini , computer kita menjadi WEB Serrver agar computer lain dapat membuka web yang ada pada folder root yang kita miliki .
Coba cek pada Drive C:/ anda , disana akan terbuat folder inetpub secara otomatis ketika anda menginstall Visual Studio anda , di dalam nya dapat kita expand / kita buka sehingga menjadi C:/inetpub/wwwroot/ , kemudian paste Folder ASP.Net yang telah anda buat atau mungkin folder contoh latihan anda , misalkan folder saya bernama suryodesign , kemudian saya paste pada wwwroot , sehingga menjadi C:/inetpub/wwwroot/suryodesign , alamat ini nanti akan kita pakai sebagai alamat directory path untuk membuat virtual directory pada IIS Manager.
Untuk membuat virtual directory sendiri , dapat kita buat melalui IIS Manager. Bagi yang belum mengetahui tentang IIS Manager , berikut cara membukanya
Untuk memulai IIS Manager dapat melalui Dialog Box
- Klik Start Menu , kemudian pilih Run
- Kemudian Ketik inetmgr dan kemudian OK
Atau kita dapat membukanya melalui Administrative Service Console
- Klik Start Menu kemudian pilih Control Panel
- Kemudian Pilih Administrative Tools
- Kemudian pilih Internet Information Services (IIS) 6.0 Manager
Berikut adalah Contoh Setting IIS pada Windows Vista , untuk windows XP caranya tidak jauh berbeda , tetapi karena sudah banyak literature / contoh yang beredar untuk windows XP maka saya mencoba membuat nya untuk versi Vista yang mungkin sedikit lebih rumit ketimbang setting pada Windows XP,
Berikut adalah tampilan dari menu IIS yang kita buka :
Anda dapat melihat nama computer anda pada sisi kiri , dan di dalam Node nya terpada Default Web Site , klik kanan Default Web Site dan pilih Add Virtual Directory
Sehingga muncul menu berikut :
Isi menu di atas dengan alias nama website, alias disini adalah nama pengganti ketika halaman URL di direct pada
http://localhost/
alias , dan kemudian pilih Physical Path pada alamat direktori anda yang telah kita buat sebelumnya pada drive C:/inetpub/wwwroot/namafolderwebsite
Setelah anda membuatnya , kemudian cobalah untuk browsing ke
http://localhost/suryodesign
atau ke
http://IP_Anda/suryodesign
Dan anda akan menemukan pesan kesalahan seperti berikut , hal ini terjadi karena Virtual directory kita belum mengubah Application Pool menjadi Classic.Net AppPool dan kita juga mesti convert virtual directory menjadi application .
Kemudian hal yang perlu kita lakukan adalah mengubah setting pada IIS , lihat pada picture berikut pada sisi kanan ada Basic Setting , klik Basic Setting maka akan muncul Menu seperti berikut , pilih Select pada menu yang ada , kemudian ganti Application Pool menjadi Classic .Net AppPool dan kemudian pilih OK
Kemudian selanjutnya klik kanan Virtual Directory yang telah kita buat pada bagian Default Web Site dan pilih Convert To Application
Kemudian Ubah Application Pool seperti gambar :
Selamat sekarang anda telah Berhasil setting Virtual Directory pada Vista , anda dapat mencobanya dengan browsing ke
http://localhost/suryodesign
atau ke
http://IP_Anda/suryodesign





































Komentar Terbaru